Breaking News
Home / Blog / Penyebab Tanaman Kerdil

Penyebab Tanaman Kerdil

Penyebab Tanaman Kerdil – Bagi para penghobi berkebun tentu menanam tanaman sendiri akan memberikan kepuasan tersendiri. Baik itu tanaman hias maupun tanaman buah bila dirawat dengan baik tentu akan memberikan dampak yang baik.

Penyebab Tanaman Kerdil

Bagi para pemula apakah Anda pernah bingung kenapa tanaman yang Anda tanam menjadi kerdil. Mungkin Anda merasa bingung kenapa tanaman yang Anda tanam menjadi lebih kecil dibandingkan tanaman pada umumnya. Bila Anda sedang mengalami hal tersebut maka jangan bingung karena berikut adalah penyebab tanaman menjadi kerdil :

  • Kebutuhan Unsur Hara Tidak Tercukupi

Pada dasarnya semua jenis tanaman akan tumbuh dengan baik bila mendapatkan unsur hara yang cukup di dalam tanah. Tidak hanya unsur hara mikro primer, tetapi unsur hara mikro sekunder juga harus didapatkan tanaman untuk pertumbuhannya. Selain unsur hara tanaman juga harus mendapatkan nitrogen fosfor, kalium, kalsium, magnesium, belerang, mangan, besi, tembaga, seng, molibden, borium, dan klorida. Kekurangan unsur nitrogen akan menghambat pertumbuhan tanaman. Untuk itu Anda perlu memastikan tanah yang Anda gunakan memiliki cukup unsur hara yang membuatnya menjadi subur, Anda dapat mengujinya menggunakan soil pH meter.

  • Tanaman Kekurangan Sinar Matahari

Kekurangan cahaya juga dapat membuat tanaman menjadi kerdil atau menghambat pertumbuhannya, hal ini dapat membuat tanaman tumbuh secara memanjang dan tidak kokoh pertumbuhannya. Sinar ultraviolet yang tidak didapat secara maksimal akan menghambat hormon memanjang pada tanaman tersebut dan membuat pertumbuhannya tidak optimal. Oleh karena itu Anda harus memastikan tanaman Anda mendapatkan cahaya matahari yang cukup.

  • Air yang Diperoleh Tanaman Kurang

Seperti halnya makhluk hidup lainnya, tanaman juga memerlukan air dalam jumlah yang cukup. Namun setiap jenis tanaman membutuhkan air dalam jumlah yang berbeda – beda karena habitat asli dari tanaman tersebutlah yang mempengaruhinya. Apabila tanaman yang Anda tanam tumbuh pada daerah tropis maka Anda dapat menyiramnya setiap hari, sedangkan untuk tanaman yang berasal dari kawasan subtropis Anda dapat menyiramnya 2 – 3 hari sekali namun kelembaban udaranya harus tetap dijaga. Berbeda lagi dengan tanaman khas gurun yang cukup disiram seminggu sekali saja sudah cukup.

  • Suhu Udara yang Tidak Sesuai

Selain faktor yang sudah disebutkan tadi, suhu udara pada tempat dimana tanaman tersebut tumbuh juga akan mempengaruhi pertumbuhannya. Suhu yang tidak sesuai dapat membuat tanaman menjadi kerdil, sebagai contohnya meskipun tanaman ditanam pada daerah terbuka supaya tanaman bisa memperoleh sinar mentari secara optimal, namun bila suhu udara pada tempat tersebut terlalu panas juga akan membuat pertumbuhannya terganggu dan menjadi kerdil. Selain menyiram tanaman, menyiram lingkungan sekitarnya juga dapat menjadi salah satu cara menjaga suhu udara pada lingkungan sekitarnya.

  • Tanaman Memang Asli Kerdil

Bila unsur di atas sudah terpenuhi dan tanaman masih tetap kerdil bisa jadi tanaman tersebut memanglah kerdil. Hal ini karena kini dengan perkembangan ilmu pengetahuan, para ilmuan berhasil mengembangkan spesies tanaman yang lebih kerdil dari aslinya agar memudahkan petani dalam memanennya. Hal ini sudah dilakukan pada pohon pepaya, jeruk dan jambu biji, jadi bila bibit tanaman yang Anda beli sudah direkayasa maka Anda tidak perlu khawatir. Meskipun tanaman tidak cepat tumbuh besar namun tanaman akan tetap berbuah pada masanya.

  • Infeksi Serangan Virus Penyakit

Adanya infeksi virus atau penyakit juga menjadi salah satu penyebab pertumbuhan tanaman menjadi lambat sehingga tampak kerdil. Hal ini seringkali dialami oleh tanaman jenis sereal seperti padi dan gandum yang kerap terserang penyakit kerdil dan kopong. Solusinya adalah Anda harus menyemprotkan fungisida bila tanaman memiliki gejala terserang virus atau penyakit, namun penyemprotan juga harus dilakukan dalam takaran yang tepat.

counter free hit unique web