Breaking News
Home / Blog / Penyimpanan Gabah dan Beras

Penyimpanan Gabah dan Beras

Penyimpanan Gabah dan Beras – Penyimpanan gabah merupakan salah satu proses yang biasa dilakukan dengan suhu dan kelembaban tertentu. Penyimpanan ini perlu diperhatikan dengan benar karena proses penyimpanan ini akan sangat berpengaruh terhadap kualitas dan mutu beras maupun gabah tersebut.

Penyusutan hasil panen gabah maupun beras merupakan hal yang biasa terjadi pada proses penyimpaannya. Hal ini sangat dipengaruhi faktor – faktor seperti kondisi kemasan yang tidak baik, tempat penyimpanan yang tidak higienis, gangguan hama dan penyakit di gudang dan juga kondisi cuaca pada daerah tersebut yang tidak baik atau sering hujan.

Penyimpanan Gabah

Proses penyimpanan gabah merupakan hal yang penting untuk diperhatikan karena billa proses tersebut salah maka akan dapat menimbulkan terjadinya respirasi yang tinggi, tumbuhnya jamur, adanya serangan serangga, binatang pengerat dan kutu beras yang akan sangat berpengaruh menurukan  kualitas dan mutu beras.

Secara umum proses penyimpanan gabah sendiri dapat dibagi menjadi

1) Sistem curah (bulk storage), maksudnya adalah gabah yang sudah kering akan dicurahkan ke dalam suatu tempat yang kuat, bersih, serta aman dari gangguan hama maupun cuaca seperti halnya silo atau bunker ;

2) Cara penyimpanan dengan menggunakan kemasan (bag store) yang sama halnya seperti halnya seperti penyimpanan plastik dan karung goni dalam gudang. Penyimpanan dengan cara dapat dilakukan dalam skala kecil hingga yang besar.

Proses penyimpanan ini perlu untuk memperhatikan faktor seperti aerasi, fumigasi dan monitoring suhu dan kualitas gabah. Aerasi ini bertujuan untuk memberikan sirkulasi udara yang baik pada gabah selama proses penyimpanan agar gabah yang disimpan dapat disimpan dalam waktu yang lama. Fumigasi bertujuan untuk memberantas hama dan serangga yang mungkin dapat menyerang gabah.

Sedangkan monitoring suhu dilakukan untuk mengetahui kenaikan dan penurunan suhu gabah selama proses penyimpanan. Bila suhu gabah terlalu tinggi juga merupakan indikator adanya respirasi yang berlebihan yang dapat mengakibatkan rusaknya gabah.Untuk dapat mengetahui kualitas gabah maupun beras yang disimpan maka proses monitoring ini perlu dilakukan setidaknya sekali dalam seminggu.

Teknik dalam proses penyimpanan akan sangat berpengaruh terhadap hasil susutnya, sebagai contoh :

1) Menyimpan gabah atau beras pada karung yang tertutup akan menyebabkan susut hasil 0,34 % selama 5 bulan

2) Gabah yang disimpan dalam keadaan curah akan menyebabkan susut hasil hingga 0,58 % selama 5 bulan

3) Gabah basah dengan kadar air 26 % yang disimpan dengan dicampur garam dapur 2% akan tahan selama 70 hari, dengan kerusakan < 1% dan rendemen giling mencapai 64, 22 %

Langkah-langkah penyimpanan gabah dalam gudang

  1. Siapkan gudang tempat penyimpanan yang memiliki ventilasi yang baik, memiliki atap yang tinggi dan juga memiliki alas yang baik
  2. Pastikan kadar air gabah pada nilai 12 – 13% karena semakin tinggi nilainya maka daya tahan gabah juga kan berkurang. Anda dapat mengukur kadar air gabah menggunakan alat ukur kadar air bijian moisture meter JV006
  3. Pastikan ukuran karung atau plastik yang digunakan untuk membungkus gabah memiliki  ukuran yang sama
  4. Susunlah karung dengan tumpukan yang teratur dan tidak terlalu tinggi
  5. Gunakan pallet sebagai alas

Demikian cara penyimpanan gabah yang baik untuk meminimalisir adanya susut hasil seminimal mungkin.

counter free hit unique web