Breaking News
Home / Blog / Periksa Kelembaban Dinding Sebelum Mengecat

Periksa Kelembaban Dinding Sebelum Mengecat

Periksa Kelembaban Dinding Sebelum Mengecat – ketika Anda tengah membangun atau merenovasi rumah, ada beberapa aspek bangunan yang patut menjadi perhatian, salah satunya adalah dinding. Namun sebelum Anda melakukan finishing pada tembok seperti pengecatan sebenarnya Anda perlu mengecek kelembaban dinding tersebut. Kenapa hal ini penting dilakukan, sebab dinding yang lembab berpotensi menjadi sarang lumut dan menimbulkan bocor di masa yang akan datang.

Periksa Kelembaban Dinding Sebelum Mengecat
Periksa Kelembaban Dinding Sebelum Mengecat

Selain itu dinding yang lembab juga akan membuat cat tidak dapat menempel dengan sempurna dan bertahan lama. Jika sudah terjadi demikian, tentunya Anda harus merenovasi dinding dan mengeluarkan dana ekstra bukan? Untuk mencegah hal tersebut terjadi, berikut ini kami beritahu Anda beberapa cara tepat untuk mengenali dinding yang masih lembab :

Cara Periksa Kelembaban Dinding Sebelum Mengecat

1. Kasat Mata

Saat dinding sudah diplester dan diaci, jangan langsung mengecat dinding. Pastikan dulu bahwa dinding sudah kering dengan sempurna. Cara pertama sekaligus paling praktis untuk mengenali dinding yang masih lembab adalah dengan mata telanjang. Dinding yang sudah mengering akan terlihat tampak lebih mudah, sedangkan dinding yang lembab akan terlihat lebih tua karena memang kandungan airnya belum menguap.

2. Perkirakan Waktu Kering

Mengecek kondisi dinding yang lembab juga dapat dilakukan dengan memperkirakan waktu keringnya bahan semen yang digunakan. Semen konvensional membutuhkan waktu kering sekitar tiga minggu setelah proses pengacian. Untuk semen yang sudah lebih modern atau sering disebut semen instan proses pengeringannya membutuhkan waktu sekitar 1 minggu. Jika kondisi cuaca sedang hujan dan suhu rendah, tentunya proses mengeringnya tembok akan memakan waktu yang lebih lama lagi.

3. Aluminium Foil

Cara selanjutnya untuk memeriksa kelembaban dinding adalah dengan menggunakan lembaran aluminium foil. Anda dapat menemukan jenis pembungkus makanan ini di mana saja dan dengan harga yang murah.

Caranya, rentangkan lembaran aluminium foil lalu potong dengan ukuran 20 cm x 20 cm. Rekatkan potongan tersebut ke permukaan dinding menggunakan lakban, lalu diamkan selama 24 jam. Setelah satu hari, lepaskan rekatan dan periksa. Apabila pada aluminium foil terdapat embun atau butiran air maka hal ini mengindikasikan dinding belum kering secara sempurna. Lakukan lagi cara ini beberapa hari kemudian untuk pengecekan lebih lanjut.

4. Protimeter atau moisture meter

Menggunakan alat digital khusus pengukur kelembaban (protimiter / moisture meter) juga bisa jadi pilihan bagi Anda. Alat ini memiliki dua lempengan besi yang ditusukkan ke dinding. Apabila lampu indikator pada alat menyala hal ini menunjukan bahwa dinding telah kering dengan sempurna dan siap untuk dicat.

Lampu indikator yang berwarna hijau berarti kelembaban dinding berada di tingkat 20% atau kurang. Jika menyala dengan warna kuning atau merah, maka kelembaban dinding adalah di atas 20%, maka jangan lakukan finishing seperti pengecatan lebih dulu pada tembok tersebut. Selain mengukur kelembaban pada dinding, alat ini juga bisa digunakan untuk mengukur kadar air pada kayu, bambu, kertas, dan juga tembakau.

5. Menangani Dinding Lembab

Jika nasi sudah menjadi bubur alias dinding rumah telah selesai kemudian muncul tanda lembab, cara menanganinya adalah dengan menambal bagian yang telah berjamur. Bongkar atau keruk seluruh plesteran dinding yang berjamur, lalu tambal dengan plesteran yang baru (1 semen : 3 pasir) atau bisa juga ditambahkan bahan kedap air. Setelah sekitar dua minggu lalu aci dan cat dinding seperti sedia kala. Pilih cat dengan kandungan waterproof atau cat anti jamur.

Informasi dan pemesanan produk Periksa Kelembaban Dinding Sebelum Mengecat, silahkan hubungi kami melalui yang tertera dibawah ini.


counter free hit unique web