Breaking News
Home / Blog / Proses Dasar Pengolahan Kayu

Proses Dasar Pengolahan Kayu

Proses Dasar Pengolahan Kayu – Kayu merupakan salah satu produk hasil hutan  yang banyak dimanfaatkan untuk berbagai bidang kehidupan kita. Kayu banyak digunakan dalam proses konstruksi / bahan bangunan, meubel hingga pembuatan kertas.

Proses Dasar Pengolahan Kayu

Seperti yang kita ketahui bahwa kayu berasal dari pohon dan membutuhkan waktu yang cukup lama sebelum dapat dipanen, oleh karena itu selain memanennya maka proses reboisasi juga merupakan hal yang penting untuk dilakukan.

Namun sebelum kayu dapat digunakan, ada beberapa proses yang harus dijalani oleh kayu hingga dapat digunakan. Hampir semua jenis kayu akan mengalami proses pengolahan yang sama, kurang lebihnya berikut adalah proses dasar pengolahan kayu :

Proses Dasar Pengolahan Kayu

1. Penggergajian

Tentu kayu yang masih dalam bentuk gelonggongan maka harus dipotong – potong lebih dahulu sesuai dengan bentuk dan ukuran yang diinginkan mengikuti desain barang yang akan dibuat menggunakan kayu. Proses awal ini merupakan proses yang dapat dikatakan masih kasar dan membutuhkan penyempurnaan pada proses berikutnya.

2. Pengeringan (Kiln Dry)

Setelah dipotong maka kayu selanjutnya akan dikeringkan terlebih dahulu untuk menurunkan kadar air yang terkandungnya. Proses pengeringan kayu ini dilakukan menggunakan mesin dan ruangan khusus atau dapat juga dilakukan dengan cara alami yaitu dijemur. Proses ini dilakukan hingga kayu mencapai kadar air 8 – 12%, ini merupakan proses penting dalam pengolahan kayu.

Hal ini karena kadar air kayu akan sangat berpengaruh terhadap kekuatan kayu, daya tahannya terhadap pelapukan dan serangan jamur maupun bakteri. Oleh karena itu pengujian kadar air kayu menjadi hal yang harus dilakukan dalam proses pengolahan dasar kayu. Pengukuran kadar air kayu sendiri dapat Anda lakukan menggunakan alat ukur kadar air / moisture meter khusus untuk kayu. Dengan kadar air yang sesuai tentu kualitas kayu juga akan semakin baik.

3. Pengerjaan konstruksi

Proses ini mencakup proses pembentukan komponen, pengeboran untuk konstruksi penyambungan kayu baik menggunakan mesin maupun manual. Namun untuk mendapatkan hasil yang baik maka setidaknya kayu mendapat proses pengerjaan menggunakan mesin sebanyak 60%.

4. Perakitan

Setelah kayu dibentuk lebih mendetail maka proses perakitan menjadi salah satu proses pentingnya, proses ini akan berpengaruh terhadap kualitas produk itu sendiri. Proses ini membutuhkan keahlian tersendiri karena bila proses perakitan gagal maka sambungan kayu tidak akan kuat dan mudah terlepas.

5. Finishing

Bila kayu akan dibuat menjadi produk furniture maka proses finishing akan sangat berpengaruh terhadap estetikanya. Finishing akan memberikan tampilan yang baru dan lain dari pada tampilan serat maupun warna kayu yang sebenarnya dan proses ini merupakan proses yang paling sering diulang.

Informasi dan pemesanan produk Proses Dasar Pengolahan Kayu, silahkan hubungi kami melalui yang tertera dibawah ini.


counter free hit unique web